
Saya pernah terlibat perbedebatan dengan tukang kolam, yang membuatĀ kolam ikan. Perdebatannya seperti ini. Air kolam tersebut, setiap dikasih penuh air, selalu menyusut satu jengkal, dan setelah itu airnya stabil.
Saya mengatakan dinding kolam tersebut bocor. Tukang itu mengatakan, kebocoran terjadi pada pelataran bawah. Menurutnya, airnya menyusut karena tekanan air. Lalu saya memakai “common sense”, kalau kebocoran pada bagian bawah, airnya akan habis secara perlahan. Dari reaksi tukang itu, tampaknya tidak menerima pandangan saya.





