Editor 16 Maret 2022

Tidak terasa, sudah masuk bulan Sya’ban. Artinya sebentar lagi kita akan memasuki bulan Ramadhan. Bulan mulia yang senantiasa dirindukan. Apa saja yang perlu dipersiapkan menyambut tamu stimewa ini? Berikut beberapa hal yang bisa dijadikan rujukan.

Pertama, berdoa kepada Allah, sebagaimana yang dicontohkan para ulama salafusshalih. Mereka berdoa kepada Allah SWT agar dipertemukan dengan bulan Ramadhan sejak enam bulan sebelumnya, dan selama enam bulan berikutnya. Mereka berdoa agar puasanya diterima Allah Swt.

Kedua, menuntaskan puasa tahun lalu. Sudah seharusnya kita mengqadha puasa sesegera mungkin sebelum datang Ramadhan berikutnya. Namun kalau seseorang mempunyai kesibukan atau halangan tertentu untuk mengqadhanya seperti seorang ibu yang hamil dan yang menyusui anaknya, maka hendaklah ia menuntaskan hutang puasa tahun lalu pada bulan Sya’ban. Sebagaimana Aisyah RA  tidak bisa mengqadha puasanya kecuali pada bulan Sya’ban. Menunda qadha puasa dengan sengaja tanpa ada uzur syar’i  sampai masuk Ramadhan berikutnya adalah dosa, maka kewajibannya adalah tetap mengqadha, dan ditambah kewajiban membayar fidyah menurut sebagian ulama.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*