Editor 5 Agustus 2022

Hasil riset yang dilakukan oleh peneliti BRIN mengemukakan bahwa terdapat peningkatan mikroplastik bentuk benang yang berasal dari APD yang terindikasi memiliki bentuk asal dan jenis komposisi kimia yang sama dengan masker medis, dari sebelumnya hanya sekitar 3% sesaat setelah ditemukannya kasus COVID-19 pertama di Indonesia, hingga akhirnya proporsi mikroplastik tersebut meningkat 10 kali lipat pada Desember 2020. Keberadaan limbah alat pelindung diri (APD) seperti masker medis di lingkungan sungai dan pesisir menjadi topik hangat di sosial media sejak tahun 2020, namun kajian komparatif terkait mikroplastik yang berasal dari sampah medis sebelum dan semasa pandemi sangat minim.

Celebesupdate.com,Jakarta– 3 Agustus 2022. Peningkatan penggunaan plastik semasa pandemi COVID-19 menghadirkan tantangan baru bagi komitmen Indonesia dalam mengurangi sampah plastik laut. Keberadaan limbah alat pelindung diri (APD) seperti masker medis di lingkungan sungai dan pesisir menjadi topik hangat di sosial media sejak tahun 2020, namun kajian komparatif terkait mikroplastik yang berasal dari sampah medis sebelum dan semasa pandemi sangat minim.

Badan Riset dan Innovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Oseanografi merilis hasil monitoring sampah plastik ukuran mikroskopik (mikroplastik) semasa pandemi dalam jurnal Marine Pollution Bulletin berjudul “Seasonal heterogeneity and a link to precipitation in the release of microplastic during COVID-19 outbreak from the Greater Jakarta area to Jakarta Bay, Indonesia”.

Hasil riset kolaborasi peneliti BRIN yang dikoordinasi oleh M. Reza Cordova, dengan Universitas Terbuka, Universitas Sumatera Utara, IPB University dan University of Portsmouth (United Kingdom) ini menyimpulkan mikroplastik yang terindikasi dari sampah APD dari muara sungai menuju Teluk Jakarta semasa pandemic COVID-19 mengalami peningkatan yang signifikan, terutama pada saat curah hujan tinggi.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*