Turut berbicara di pembukaan ini adalah perwakilan Dinas Kesehatan Propinsi Sulawesi Selatan, Hariani. Secara singkat, ia menyatakan menyambut baik kegiatan yang berlangsung selama sehari penuh ini. “Kegiatan ini juga sejalan dengan program Gubernur Propinsi Sulsel, gerakan anti Mager yang bertujuan meningkatkan kebugaran dan kesehatan masyarakat Sulsel,” ungkapnya.
Pada kegiatan ini, trainer dibekali materi senam kebugaran Lansia dan Pra Lansia baru yang aman dan sesuai dengan kondisi fisik kelompok usia lanjut. Pelatihan ini dirancang tidak hanya untuk mengajarkan gerakan, tetapi juga untuk membangun pemahaman tentang pentingnya aktivitas fisik bagi kesehatan mental dan fisik lansia. Para peserta mendapatkan pendampingan praktik langsung dari pengurus KLPI Sulsel.
Meity Rahmatia, menegaskan bahwa program ini adalah wujud komitmen organisasi dalam memberikan wadah positif bagi masyarakat usia lanjut. Ia berharap melalui pelatihan ini, para trainer dapat menjadi motor penggerak kebugaran di daerah dan komunitas masing-masing.
“Salah satu fokus utama pelatihan adalah bagaimana menciptakan suasana senam yang menyenangkan sehingga peserta merasa termotivasi untuk rutin berolahraga. Hal ini penting untuk mencegah berbagai masalah kesehatan yang sering dialami lansia, seperti demensia dan sindrom pasiun,” jelasnya, menjawab pertanyaan wartawan di sela kegiatan.
Ia juga berharap dengan adanya ToT ini, akan muncul lebih banyak kader-kader kesehatan yang kompeten di tingkat desa dan kecamatan di daerah kabupaten/kota di Sulsel. ” Melalui kegiatan ini, KLPI Sulsel menargetkan terbentuknya jaringan trainer yang solid dan terstandarisasi. Hal ini penting untuk memastikan bahwa program senam kebugaran dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan di seluruh wilayah Sulawesi Selatan,” bebernya.
Sementara itu, mengikuti kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini, para peserta tampak antusias. Pada sesi latihan, mereka sangat aktif mempraktikkan gerakan-gerakan senam yang dipandu oleh instruktur utama di atas panggung. Suasana kebersamaan dan semangat tampak menyelimuti jalannya kegiatan. Mereka juga tampak lebih mudah menyerap dan mempraktikkan senam yang baru diperkenalkan tersebut.
Kegiatan ini menjadi salah satu bukti nyata perhatian terhadap kelompok lanjut usia di Sulawesi Selatan. Dengan meningkatnya jumlah lansia, kegiatan seperti ini dinilai sangat krusial untuk menjaga produktivitas dan kesehatan mereka .
Di akhir kegiatan, Meity tak lupa menyampaikan apresiasi atas kehadiran para peserta dan berharap ilmu yang didapat dapat segera diterapkan. Ia menegaskan bahwa kesehatan adalah investasi utama, terutama bagi mereka yang memasuki usia lanjut .





