“Kami sedang menyusun rencan produksi untuk menambah pasokan rudal jarang menengah dan jauh agar mencapai tingkat yang bisa memberi efek gentar, menyesuaikan situasi saat ini,” jelas Erdogan kepada awak media setelah pertemuan kabinetnya Senin malam, 16 Juni 2025.
Dalam pesannya itu, Erdogan tampak khawatir pada potensi ancaman dari Israel yang mampu menyerang Iran secara jarak jauh menggunakan pesawat tempur. Serangan tersebut menimbulkan kerusakan pada fasilitas nuklir Iran dan membunuh sejumlah pimpinan militer serta warga sipil Iran.





