Editor 18 September 2026

Kepedulian ini kata Meity, bisa diberikan dalam berbagai bentuk sesuai dengan kemampuan, mulai dari bantuan finansial, kebutuhan bahan pokok, tenaga, hingga doa. Menurut politisi dari Sulawesi Selatan tersebut, masyarakat Indonesia dikenal sebagai negara dengan tingkat kepedulian sosial yang tinggi. Dan hal ini, jelasnya, merupakan pengejewantahan dari empat pilar yang merupakan pondasi dalam kehidupan bernegara.

“Indonesia telah melalui pasang surut dalam perjalanannya sebagai sebuah negara berdaulat. Ditimpa bencana dan lain sebagainya. Namun semua itu bisa dilalui karena rasa kebersamaan atau persatuan, kepedulian dan gotong royong masyarakatnya yang tinggi. Ini adalah modal kita yang tidak bisa ditakar dengan materi. Semua itu adalah implemntasi rasa cinta tanah air. Potret dari empat pilar, yaitu UUD 1945, Pancasila, semangat NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika,” jelasnya.

Bahkan boleh dibilang, katanya, budaya peduli sesungguhnya telah jauh tertanam di tengah masyarakat di nusantara sebagai bentuk kearifan sosial. “Para pendiri bangsa kita sesungguhnya mengambil intisari dari kebudayaan ini yang kemudian dijadikan sebagai ide dalam merumuskan dasar bernegara Pancasila. Dari sila pertama, hingga sila kelima. Sila pertama, Ketuhanan yang Maha Esa. Saya mengambil ajaran Islam misalnya yang menganjurkan pemeluknya untuk senantiasa membantu sesamanya. Sebaik-baik manusia kata Rasulullah adalah yang bermanfaat bagi sesamanya manusia,” ungkapnya.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*