Editor 28 Agustus 2026

Dengan rudal ini, militer Turkey kini memiliki kemampuan ofensif jarak jauh yang semakin mumpuni. Kehadirannya, melengkapi alat persenjataan canggih milik negara itu seperti drone pintar yang dapat dioropersikan secara jarak jauh dan telah teruji di medan tempur Libya, Suriah, dan Nagorno-Karabak.

Meski bukan yang terunggul di dunia, angkatan bersenjata Turkey merupakan terbesar ke dua setelah Amerika Serikat di aliansi NATO.  Negara yang dipimpin Erdogan itu, memiliki lebih dari 600.000 tentara aktif yang berpengalaman di medan tempur,  dan pasukan cadangan yang terlatih. Industri Pertahanan mandiri,  mampu memproduksi sekitar 80 persen kebutuhan alutsista sendiri, termasuk drone tempur terkenal seperti Bayraktar TB2.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*