
Dosen Ilmu Politik UTS Makassar
Pengaruh besar digitalisasi teknologi informasi makin dirasakan saat ini. Pada konteks penyebaran informasi, digitalisasi membuka tranformasi atau pertukaran informasi dan pengetahuan pada arena yang lebih luas dengan jejaring yang serba cepat dan menjangkau hingga ke pelosok daerah. Digitalisasi teknologi informasi juga
membawa informasi semakin dekat dengan individu baik dari segi waktu dan tempat.Lebih pesat lagi karena lahirnya aplikasi telepon pintar berteknologi digital, membuka akses terhadap informasi berlangsung kapan saja, dan di mana saja. Dengan berbekal aplikasi telepon pintar setiap individu bahkan dapat berperan secara langsung sebagai
penyebar pesan atas peristiwa yang terjadi di sekelilingnya. Perkembangan ini membawa banyak dampak positif bagi keberlangsungan arus informasi sebagai satu ciri masyarakat yang inklusif dan demokratis. Dalam hal ini, arus informasi public tidak lagi menjadi milik media-media mainstream yang akhir-akhir ini selalu dicurigai
sebagai alat kepentingan.
Perubahan ini tidak hanya menggeser sumber informasi dari media massa ke individu, dengan perkembangan teknologi sekarang, juga mengubah bentuk penyajian informasi di lingkungan media massa itu sendiri. Dahulu, sebagian besar masih disebarluaskan dalam bentuk konvensional, sekarang, dengan teknologi internet berkecapatan tinggi, informasi lebih banyak disebarkan melalui media online. Beralihnya dari media konvensial ke media online menjadi babak baru dalam dunia broadcast, menjadi tantangan tersendiri terhadap dinamika dunia jurnalis. Tingginya konsentrasi dan kebutuhan masyarakat akan informasi, semakin meningkatnya intensitas masyarakat dalam berdunia maya. Sebagian besar aktivitasnya dihabis untuk bermedia online. Memandang hal tersebut, informasi sudah
menjadi faktor determinan kehidupan dunia maya sehingga menstimulus hadirnya,
atau munculnya media-media baru, khusunya media online.





