Celebesupdate.com, Jakarta-Anggota DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera, Meity Rahmatia turut mengecam pasukan Israel atas penculikan ratusan aktivis kemanusiaan, termasuk warga Indonesia pada rombongan kapal Sumud Flotilla untuk Palestina.
Menurutnya, tindakan Israel merupakan pelanggaran nyata terhadap kemanusiaan dan hukum serta dunia internasional. “Saya mengecam tindakan negara zionis itu. Penculikan yang mereka lakukan terhadap para aktivis adalah tindakan bermusuhan terhadap kemanusiaan, dan kepada semua bangsa yang mencintai kemerdekaan dan perdamaian,” ungkapnya.
Armada bantuan kemanusiaan untuk Palestina itu, berangkat dari Kota Marmaris, Turki, pada 14 Mei 2026. Rombongan ini terdiri dari 54 kapal dan awak dari sekitar 70 negara. Sebagaimana dilansir pada berbagai media, dalam rombongan itu terdapat sembilan warga negara Indonesia yang tergabung dalam Global Peace Convoy Indonesia (GPCI).
Empat antaranya merupakan jurnalis, yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai Rifan Billah dari Republika, Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo TV, serta jurnalis iNews Heru Rahendro. Mereka dilaporkan ditangkap saat armada berada sekitar 310 mil laut dari Gaza di wilayah perairan internasional sekitar Senin malam (18/05/2026) waktu Jakarta.
Berdasarkan keterangan terakhir dari Kementerian Luar Negeri Indonesia, total warga negara Indonesia yang diculik kini mencapai 9 orang. Dua diantaranya berasal dari Sulawesi Selatan, yaitu Andi Angga Prasadewa (33), dan Asad Aras Muhammad. Angga merupakan relawan Rumah Zakat dan Asad dari Spirit of Aqso.
Meity yang juga berasal dari Sulawesi Selatan menyampaikan solidaritasnya, turut berbangsa atas aksi kemanusiaan tersebut, dan berharap mereka pulang dalam keadaan selamat. “Saya selaku legislator yang terpilih dari Sulawesi Selatan ikut berbangga atas tekad, keberanian dan semangat kemanusiaan yang diperjuangkan oleh kawan-kawan aktivis dari koalisi masyarakat sipil internasional ini. Termasuk dua saudara kami dari Sulawesi Selatan,” jelasnya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (20/05/2026).
Politisi yang dikenal peduli terhadap isu-isu Palestina itu, juga menyatakan, nama-nama para relawan kemanusiaan itu telah dicatat dalam tinta sejarah perjuangan untuk kemerdekaan dan kebebasan rakyat Palestina dari penjajahan zionis.
“Tekad mereka dalam membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza dicatat oleh sejarah, dan menjadi simbol kepedulian yang kuat dari masyarakat global, termasuk Indonesia dalam mendukung kemerdekaan dan pembebasan rakyat Palestina dari penindasan,” pungkasnya.(*)




