Celebesupdate.com, Makassar-Pepatah bahwa “Guru adalah Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”, terbukti benar di Ternate. Setidaknya ini yang terpotret dari perjuangan para pendidik yang berjuang memutar roda pendidikan. Kisah berikut ini bercerita tentang keteladanan guru yang inspiratif dan berhasil mengubah hidup muridnya.
Bangun Sekolah PAUD dari Biaya Sendiri
Hingga saat ini, permasalahan di dunia pendidikan begitu beragam. Banyaknya permasalahan membuat para guru bergerak mencari solusi demi memajukan pendidikan di daerahnya. Adalah Kepala Sekolah PAUD Ake Gaale, yang bernama Rohani Sidangoli. Ia adalah salah satu sosok inspiratif dari Maluku Utara yang membangun Sekolah PAUD menempel dengan rumahnya dengan biaya sendiri. Ia melihat saat itu lingkungan rumahnya belum ada sekolah PAUD karena biaya yang relatif mahal padahal pendidikan usia dini penting sebagai dasar untuk melanjutkan ke jenjang Sekolah Dasar. Keterbatasan saat itu adalah kurangnya guru dan minimnya dana untuk menunjang sarana prasarana. Akhirnya ia melibatkan komunitas atau karang taruna untuk mengajar seni tari dan budaya di ‘sekolahnya’.
Rohani juga melihat bahwa stunting menjadi isu utama meskipun daerahnya dikelilingi laut. Semestinya masyarakat bisa memperoleh ikan segar dengan mudah. Namun hal kekurangan gizi pada anak masih menjadi momok di lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, ia berinsiatif mendirikan Kantin Sehat. Ia melihat bahwa orang tua cenderung malas memasak makanan yang bergizi untuk anaknya. Inilah yang membuat ia tergerak untuk menjajal berjualan makanan bergizi. Rohani tak menyangka makanan yang ia jual ternyata bisa mendatangkan pemasukan dan bisa membiayai guru honorer yang mengajar di sekolahnya.
Adapun jumlah siswa di sekolahnya hanya ada 30 anak, dengan latar belakang profesi orang tua yang beragam seperti nelayan, pedagang juga karyawan. “Kadang orang tua tidak punya uang untuk bayar uang sekolah, tapi saya akan selalu cari jalan keluar supaya anak-anak tetap bisa sekolah,” ungkapnya dalam kunjungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud ristek) ke Ternate, Kamis (19/9).





