Editor 21 Juli 2026

Sementara itu, akademisi dan cendekiawan dari Jeneponto, Sampara Halik, mengurai filosopi Pancasila, dari Sila pertama hingga sila ke-lima. Sampara mengamini apa yang dipaparkan Meity sebelumnya, bahwa dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat di Jeneponto sesungguhnya telah mempraktikkan nilai-nilai Pancasila meski dari segi teks, belum dihafal secara utuh. “Seperti budaya Kerjasama, gotong royong, saling membantu bila ada hajatan di salah satu desa. Konsep ini sangat sejalan dengan sila Persatuan,” ungkapnya.

Sampara berharap, setelah kegiatan ini,  masyarakat Jeneponto lebih memahami isi dari teks Pancasila sehingga bisa menjadi pedoman dalam menciptakan harmoni di dalam kehidupan sosial.

“Ke depan, saya berharap masyarakat di Jeneponto lebih meningkatkan pengamalan nilai-nilai Pancasila ini di dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.

Baca Juga : Meity Apresiasi Ditjen Imigrasi dalam Pemangkasan Penerbitan Bebas Visa Kunjungan

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*