Dalam kesempatan diskusi antara Dubes RI, pimpinan MUI, dan anggota delegasi lainnya, Direktur Institut Muhammad 6 memberikan kesempatan pada kader-kader dai terpilih dari Indonesia untuk mengikuti program pendidikan di sana.
MUI diminta segera menindaklanjuti audiensi tersebut dengan bersurat langsung kepada Menteri urusan Waqaf dan Agama Islam Maroko untuk mengajukan permohonan mendapatkan kuota peserta program.
Intitut Muhammad 6 merupakan lembaga pendidkan profesi dai dan imam yang memiliki fasilitas lengkap dan kurikulum yang komprehensif untuk mengarusutamakan wacana Islam moderat berbasis pada akhlak dan adab.
Lembaga ini telah banyak meluluskan dai dan imam di seluruh Maroko sejak didirikannya sampai saat ini. Dalam kesempatan tersebut, Andy Hadiyanto selaku Sekretaris Komisi Hubungan Luar Negeri MUI berkesempatan memberikan gambaran singkat tentang MUI sebagai payung ormas-ormas islam dan berbagai aktifitasnya sebagai mitra pemerintah dalam pembinaan kehidupan beragama di Indonesia, di hadapan ratusan mahasiswa di sana.





