Ada beberapa komoditas yang masih tinggi impornya, seperti bawang putih kedelai dan gula. Solusinya, bagaimana ada substitusi impor dalam artian komoditas yang banyak diimpor harus diproduksi di dalam negeri.
“Artinya kita produksi dalam negeri,” tegasnya.
Kemudian bagaimana menciptakan hilirisasi. Produk pertanian juga dapat diekspor. Artinya mengarah ke nilai tambah yang didapatkan oleh petani semakin tinggi.
Ada berbagai persoalan yang terjadi bukan hanya di Sulawesi Selatan adalah sangat minded atau tergantung pada penggunaan terhadap pupuk sintesis atau pupuk kimia. Untuk itu harus lebih mengutamakan penggunaan pupuk organik.
Ia menambahkan, secara statistik lebih dari 71 persen petani Sulsel berada pada usia tua atau di atas 60 tahun. Maka selanjutnya, peranan pemerintah bagaimana masuk ke dunia pertanian kepada generasi muda agar dirangkul untuk menjadi milenial farming atau petani milenial.
Di samping itu juga bagaimana memanfaatkan era digital ini dengan marketplace dan start-up (usaha rintusan) untuk pertanian.





