Selain itu, Facebook juga ikut memblokir akun Trump untuk membagikan postingan dalam platformnya selama 24 jam, hal itu dilakukan setelah menghapus postingan video oleh akun Trump ke pendukungnya yang menyebabkan kerusuhan di Gedung parlemen AS, Capitol Hill. Bahkan di Instagram milik Facebook.
“Kami telah menilai dua pelanggaran kebijakan terhadap halaman Presiden Trump yang akan mengakibatkan pemblokiran fitur selama 24 jam, yang berarti dia akan kehilangan akses untuk memposting dalam platform Facebook selam waktu itu”, tulis Facebook dalam sebuah tweet.
Terkait penangguhan permanen, Facebook agak berbeda dengan Twitter. Juru bicara Facebook, Andy Stone, tidak segera menanggapi pertanyaan tentang apakah akun Trump dapat menghadapi penangguhan permanen, jika terus melanggar kebijakan Facebook.
Pengumuman tersebut menandai Eskalasi besar-besaran oleh kedua perusahaan, Twitter dan Facebook, terhadap akun Trump dan menanggapi seruan oleh kelompok hak sipil agar Trump dilarang dari platform tersebut.
Laman terkait : https://edition.cnn.com/2021/01/06/tech/twitter-lock-trump-account/index.html





