Selain itu, masalah psikologi bisa pula muncul dari situasi lingkungan yang sesak. Menurut politisi asal Sulsel tersebut, petugas dan napi sama-sama bisa mendapat tekanan psikologi yang mendorong untuk berbuat menyimpang. Termasuk memanfaatkan situasi untuk mendapatkan keuntungan ekonomi seperti “jual-beli” ruangan atau fasilitas khusus, penggunaan telepon genggam, dan pengedaran Narkoba.
“Dalam masalah Narkoba. Lapas memiliki citra buruk. Sampai-sampai berkembang istilah di tengah masyarakat,biasanya kalau sebatas pengguna masuk Lapas, nanti kalau keluar sudah jadi pengedar. Dan kalau ditangkap dan masuk lagi, levelnya bisa naik lagi menjadi bandar. Istilah satir itu menunjukkan betapa Lapas itu identik dengan pengedaran Narkoba,” terang Meity menutup penjelasannya kepada wartawan.





