Tindakan ini dikonfirmasi oleh media Amerika, Wall Street Journal. Dalam laporannya, media itu menyebut Turkey dan Mesir mengirim pesan ke Hamas agar memperketat pengamanan para pemimpin mereka dalam pertemuan di Doha. Intelijen Turkey menyampaikan hal itu berdasarkan pantauan terhadap pergerakan pesawat tempur Israel yang mencurigakan. Meski begitu, anak dari pemimpin Khalil al Hayya disebut menjadi salah satu dari 5 anggota Hamas yang meninggal dalam serangan. (*)





