Editor 29 Maret 2023

Kita juga bisa memperkirakan energi non-fisik dari produksi olahan hati, jiwa, batin, naluri, instuisi, atau  ramalan setiap orang. Saya tertarik dari respon salah satu Maha Guru, Prof. Irawan Yusuf, ketika membedakan energi itu dari  peristilahan yang dibuatnya. Beliau mengatakan sambil meluruskan saya bahwa “take and give” itu masih kategori energi negatif, karena mengambil dulu dari orang  baru mau memberi. Di atasnya adalah “give and take”, memberi terlebih dahulu baru menerima. Level yang lebih di atas adalah “give and give”, selalu berbagi apa saja dan tidak pernah tertarik untuk menerima.

Yang disampaikan oleh Prof Irawan itu adalah salah satu contoh level energi non-fisik. Namun itu hanya gejala prilaku, yang belum tentu simetris dengan motif dalam diri yang melahirkan energi non-fisik. Apa yang menggerakkan seseorang itu saat berbagi. Kalau berbagi untuk popularitas, itu sudah pasti energi non-fisik yang bersifat negatif. Sekiranya berbagi itu didorong oleh energi keikhlasan, maka itu adalah energi non-fisik yang bersifat positif. Itulah, energi non-fisik itu hanya bisa dirasakan tapi tidak bisa terlihat. Orang lain hanya bisa meraba tapi tidak bisa memastikan kekuatan energi kita.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*