Dengan kekuatan sejarah dan budaya yang dimiliki, menurut Meity, pertemuan saudagar Bugis-Makassar bisa menjadi forum strategi dalam menyatukan visi, memperkuat kolaborasi antara pengusaha dengan pengusaha, baik pada skala makro maupun pada tingkat menengah dan mikro. “Kerjasama ini, juga termasuk dengan pemerintah,” imbuhnya.
PSBM XXVI diikuti oleh ribuan saudagar Bugis Makassar dari berbagai daerah di Indonesia bahkan dari mancanegara. Selain forum diskusi dan sharing success story para pengusaha, kegiatan ini juga menghadirkan business matching serta pembahasan peluang investasi yang dapat memperkuat perekonomian daerah.
Tidak hanya berorientasi pada ekonomi, rangkaian kegiatan juga dilengkapi dengan aksi peduli sosial, seperti santunan kepada anak yatim, anjangsana ke panti asuhan, serta makan bersama masyarakat prasejahtera di Kota Makassar. Kegiatan sosial ini menjadi wujud nyata kepedulian para saudagar terhadap masyarakat sekitar.





