Ia menilai kunci utama meraih haji mabrur berupa keikhlasan.
“Sehebat apa pun manusia, dengan segala kekuasaan dan harta yang dimiliki, semuanya akan ditinggalkan saat kita menghadap Sang Pencipta,” katanya.
Ia menambahkan tidak semua orang mendapatkan kesempatan istimewa untuk menjalani wukuf di Arafah pada 9 Zulhijjah.
Oleh karena itu, jamaah diminta memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya.
Selain itu, ia mengharapkan, jamaah menjaga kondisi fisik dan tidak memaksakan diri melakukan aktivitas yang berisiko, seperti berdesakan untuk mencium hajar Aswad.





