“Sudah kewajiban moral saya, untuk menemui kembali masyarakat di Gowa. Ini adalah silaturahmi dan syukuran bersama masyarakat desa. Namun kami berupaya agar perhelatan ini memiliki aspek edukasi untuk mengampanyekan kebudayaaan di bidang kuliner. Makanan khas daerah ini. Coto Makassar,” terangnya kepada media.
“Sejalan pula dengan visi pemerintah, yaitu program makan gratis yang akan akan dimulai pemerintah di seluruh wilayah tanah air. Menu saja yang berbeda. Di sini, kita makan Coto Makassar bersama-sama,” imbuhnya.
Sementara itu, warga Lempangan yang ditanyai tentang kegiatan ini menyambut positif dan mengapresiasi kehadiran Meity di Tengah-tengah mereka. “Saya pribadi sangat berterima kasih kepada beliau. Kami dan keluarga sangat puas makan coto. Kalau bisa, program ini dibuat rutin. Yah, tidak harus Coto Makassar,” kata Hasniah Daeng Tobo (48).
Hal sama, juga diungkapkan Ernawati (30), seorang ibu rumah tangga. Ia begitu antusias hingga datang bersama suami, dan memboyong satu orang anaknya. “Kegiatan yang diadakan anggota dewan seperti ini, baru. Pasti mi, kita semua suka. Apalagi gratis, hehe. Tapi, saya mengacungi jempol ibu Meity. Tidak ada jarak. Beliau tidak lupa pada kami, petani di desa, walaupun sudah terpilih di DPR RI,” ungkapnya.





