Sebagai tuan rumah, mantan Kepala Desa Lempangan, Haji Bohari pun menyampaikan hal serupa. “Sebagai tokoh masyarakat saya sangat bersyukur sekali atas kedatangan ibu dewan. Momen ini sudah lama dinantikan oleh masyarakat di sini. Karena itu saya sangat berharap beliau setelah terpilih bisa memperhatikan kondisi daerah kami di sini. Saya memahami, posisinya di Komisi Tiga Belas DPR RI tidak bersentuhan langsung dengan pembangunan masyarakat di desa-desa. Tapi minimal, ia menyambungkan aspirasi kami melalui fraksi dan partainya di sana,” harapnya.
Tak hanya warga dan mantan kepala desa, sejumlah tokoh masyarakat turut meramaikan makan coto bersama ini. Terdapat pula politisi daerah, akademis dan pejabat desa dari desa tetangga.Diantaranya adalah Ketua Dewan Pimpinan Daerah PKS Kabupaten Gowa, Suwardi Balla. Ia sangat mendukung program makan coto bersama ini.
“Kami sebagai pengurus PKS daerah, sangat mendukung kegiatan ini dalam menguatkan hubungan kedekatan dengan masyarakat. Apalagi kegiatan sosial ini senafas dengan program makan gratis yang telah dicanangkan pemerintahan Prabowo,” pungkasnya.
Setelah Desa Lempangan di Gowa, Meity rencana akan melanjutkan program serupa di desa dan daerah lain. Namun menurutnya, kegiatan tersebut akan disesuaikan dengan kondisi sosial dan budaya masyarakat setempat. “Tidak selamanya harus makan coto bersama, toh. Bisa juga dalam bentuk kegiatan lainnya. Yang penting, substansinya adalah silaturahmi. Kegiatan itu memiliki nilai sosial, mencerminkan budaya ketimuran dan sejalan dengan visi pembangunan pemerintah,” tuturnya.(*)





