Mendikdasmen memandang OPSI sebagai salah satu upaya pemerintah untuk mengembangkan potensi dan talenta anak Indonesia dalam berbagai bidang untuk kemajuan bangsa dan negara. “Saya kira ini adalah langkah awal bagaimana kita mendorong anak-anak untuk lebih dekat dengan dunia di mana mereka berada. Melalui kajian ilmiah dan pendampingan dari para pembimbing di sekolah, mereka bisa mengembangkan berbagai temuan yang bermanfaat, tidak hanya untuk kepentingan ilmu pengetahuan, tetapi juga bagi seluruh masyarakat,” tambahnya.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menyampaikan bahwa OPSI merupakan wadah pengembangan prestasi dan pembentukan karakter siswa yang mandiri dan tangguh. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan rasa tanggung jawab, kemampuan berpikir kritis, kemampuan analisis, kerja sama dalam kelompok, meningkatkan rasa percaya diri, dan meningkatkan kepedulian sosial atas masalah-masalah yang dihadapi oleh bangsa Indonesia.
Dalam laporannya, Suharti memaparkan bahwa para peserta yang akan berkompetisi pada tingkat nasional ini sudah melewati beberapa tahap. Sebelumnya, sebanyak 9.222 tim melakukan pendaftaran, lalu yang berhasil mengirimkan proposal adalah sebanyak 7.835. Kemudian sebanyak 4.958 tim telah menyelesaikan laporan penelitian. “Akhirnya, yang lolos ke tahap nasional ini adalah 200 penelitian, yang merupakan karya dari 192 peserta didik SMP dan 181 peserta didik SMA,” ucap Suharti.





