Menjadikan Ismail sebagai anak yang amat sabar dalam usia belia pastilah besar peran sosok seorang ibu. Ibu yang membimbing, ibu yang mendidik, ibu yang memiliki hubungan terkuat dengan anak. Kata-katanya akan menjadi panduan sang anak. Naluri anak akan semakin terasah dengan bimbingan seorang ibu. Inilah peran pertama Siti Hajar.
Peran kedua adalah sifat sabarnya saat perintah kurban turun. Anak yang dinanti-nantikan oleh Nabi Ibrahim AS diperintahkan untuk dikurbankan. Ibu mana yang akan sanggup menghadapi ujian ini. Namun, Siti Hajar sanggup. Sanggup menerima keputusan Allah SWT dengan kesabaran yang paripurna. Sebagaimana kesabaran Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Inilah peran kedua Siti Hajar.
Jejak perempuan dalam Ibadah Haji dan Umrah
Siti Hajar adalah sosok perempuan yang menyejarah. Jejak amaliyahnya telah abadi sebagai sebuah praktik keagamaan haji dan umrah yang telah dilakukan beradab-abad dan akan terus dilakukan.
Selain kesabaran paripurna dalam kurba, Siti Hajar sebagai sosok perempuan membuktikan kesabarannya yang luar biasa. Allah SWT memerintahkan kepada Nabi Ibrahim AS untuk meninggalkan Siti Hajar dan Ismail kecil di Makkah. Tanah tandus yang saat itu tidak bertuan. Ditinggalkannya mereka sendiri tanpa keterangan apapun dari Ibrahim.
Lalu Hajar bertanya,”Wahai Ibrahim, akankah engkau pergi meninggalkan kami di sini tanpa bekal cukup dan orang yang menemani?”. Ibrahim AS tak menoleh. Lalu Siti Hajar kembali bertanya. Tak ada jawaban apapun dari sang suami.





