Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Badan Pengurus Harian PFI Pusat, Irvan Nugraha, sebagai keynote speech menyampaikan pentingnya arah gerak yang terstruktur dalam ekosistem filantropi. “PFI saat ini memiliki lima klaster utama yang dirancang untuk memastikan setiap program kerja dapat terarah dengan baik, memperkuat sinergi, serta menjawab berbagai tantangan sosial secara lebih tepat sasaran,” ungkap Irvan.
Diskusi panel ini menghadirkan narasumber yakni Plt. Kepala Bappelitbangda Sulawesi Selatan, Irawan Dermayasamin Ibrahim, S.T., M.Si., Ketua Forum CSR Sulawesi Selatan Dr. Ir. H. La Tunreng, M.M., IPU, Corporate Affairs Manager PT Mars Symbioscience Indonesia Venny Johan, serta Deputy Executive Director BaKTI Foundation sekaligus Sub Koordinator PFI Chapter Makassar Zusanna Gosal dan dipandu oleh Direktur Eksekutif Blue Forest Rio Ahmad.
Plt. Kepala Bappelitbangda Sulawesi Selatan, Irawan Dermayasamin Ibrahim, S.T., M.Si., yang hadir sebagai salah satu narasumber utama, menyampaikan pentingnya kolaborasi pentahelix dalam perencanaan pembangunan daerah. “Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri dalam menuntaskan berbagai persoalan sosial dan pembangunan. Sinergi bersama lembaga filantropi, CSO, dan sektor swasta melalui aksi kolektif yang terarah akan menjadi kunci utama dalam mempercepat kesejahteraan masyarakat di Sulawesi Selatan,” ujar Irawan di sela-sela pemaparannya.





