Senada dengan hal tersebut, Ketua Forum CSR Sulawesi Selatan, Dr. Ir. H. La Tunreng, menjelaskan bahwa koordinasi pelaksanaan CSR perusahaan kini berlandaskan pada Pergub No. 2 Tahun 2022 melalui Forum Koordinasi TSLP Sulawesi Selatan yang bermitra strategis dengan pemerintah. “Butuh integrasi dunia usaha dalam pemahaman, koordinasi, dan implementasi CSR yang melibatkan sektor perbankan, BUMN hingga perusahaan swasta dan lokal,” ungkap La Tunreng, seraya menyebutkan bahwa anggota Forum CSR telah mencapai sekitar 700-an perusahaan.
Sementara itu, perwakilan PT Mars Indonesia, Venny Johan, memaparkan praktik baik program tanggung jawab sosial perusahaan yang selaras dengan lini bisnis mereka, seperti pengelolaan terumbu karang karena salah satu produknya bersumber dari ikan tuna, serta pusat riset di Pangkep dan Luwu Timur. “Sektor swasta jangan dilihat hanya sebagai sumber pendanaan semata, melainkan juga sebagai penyedia keahlian (share of expertise),” tutur Venny, yang juga menyoroti pentingnya program berkelanjutan melalui transfer pengetahuan dan misi lewat peran local hero.
Zusanna Gosal mengungkapkan apresiasinya atas tingginya antusiasme para peserta yang hadir. “Kami sangat menyambut baik respons positif dari seluruh lembaga, NGO, CSO, dan korporasi yang hadir hari ini. Melalui gathering ini, kita berhasil menyatukan visi dan merumuskan rencana tindak lanjut nyata untuk menguatkan ekosistem filantropi di Makassar,” ungkapnya. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan perumusan rencana tindak lanjut serta sesi ramah tamah antar lembaga.





