Editor 11 Juli 2025

Menurut Ensiklopedi Komunikasi Internasional, komunikasi politik adalah setiap penyampaian pesan yang disusun secara sengaja untuk
mendapatkan pengaruh atas penyebaran atau penggunaan power di dalam masyarakat yang di dalamnya mengandung empat komunikasi, yaitu elite communication, hegemonic communication, petitionary communication dan associational communication.

Pengertian di memberikan gambaran bahwa dalam komunikasi politik terdapat elit yang merupakan sebagai aktor. Elit itulah yang berusaha membangun pengaruh yang diekstraksi ke dalam simbol-simbol sebagai alat komunikasi. Model komunikasi tersebut bisa berupa petisi dan pengasosiasian. Komunikasi politik menurut Sartori adalah dimensi-dimensi komunikasi dari fenomena politik dan dimensi politis dari komunikasi. Guru dari beberapa pemikir politik seperti Gabriel A. Almond, yaitu Harold D. Laswell dalam pandangannya menyebutkan bahwa politik : Who Gets What, When, and How.

Pada perkembangan berikutnya disebutkan bahwa komunikasi dan politik memiliki tujuan dalam prosesnya, yaitu mempengaruhi. Who, dalam konsepsi Laswell tersebut dapat diasosiasikan sebagai aktor politik yang berusaha membangun pengaruh baik secara hegemonik maupun dalam hubungan timbal balik. Dalam proses mempengaruhi itulah dibutuhkan media sebagai alat untuk menyampaikan pesan berupa simbol-simbol yang berspretensi politik. Komunikasi politik dapat berlangsung melalui media apa saja. Termasuk melalui media personal, yaitu melakukan komunikasi secara langsung dengan receiver. Kemudian, dalam proses tersebut juga terjadi pengaruh dari lingkungan dimana komunikasi politik itu berlangsung.

Nah, dalam konteks pemilihan legislatif, elit politik adalah calon legislatif yang berusaha mempengaruhi masyarakat pemilih agar memutuskan untuk memilih si calon bersangkutan dalam pencoblosan. Secara normatif, pola komunikasi yang dilakukan dalam
pemilihan dibangun melalui pencitraan. Citra itu konstruksi melalui sikap atau perilaku politik yang ditunjukkan selama kampanye dan sosialisasi program yang ditawarkan. Oleh karena itu, komunikasi politik dianggap sangat menentukan dalam meraih kemenangan
politik. Idealnya, dalam sebuah perhelatan politik, khususnya pemilihan legislatif, kapasitas calon dan program yang ditawarkan adalah dalam ukuran yang dapat dijadikan seorang pemilih untuk menentukan pilihannya. Namun pada pemilihan legislative daerah  fenomena itu justru berbanding terbalik.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*