Ratusan Peserta Didik Berprestasi Pamerkan Ragam Proyek Kebaikan di Gelar Karya Prestasi Anak Bangsa
Secara rinci, pelaksanaan Gelar Karya Prestasi Anak Bangsa bertujuan untuk 1) mempublikasikan inisiatif sosial talenta unggul hasil pembinaan program Puspresnas kepada masyarakat sebagai solusi permasalahan di lingkungan sekitar sesuai dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), 2) mendorong partisipasi dan kolaborasi berbagai pihak dalam rangka mendukung pengembangan sumber daya manusia unggul yang berdampak bagi Indonesia, 3) memotivasi peserta didik lain untuk mengembangkan proyek kebaikan mandiri, dan 4) menciptakan ekosistem pengembangan talenta yang mendukung.
Salah satu peserta, Nayla Faizha Efendi dari SMA Pradita Dirgantara, menginisiasi proyek kebaikan The Hemisphere Project. Proyek tersebut menangani isu pengelolaan limbah di masyarakat, terutama di kalangan generasi muda di daerah Solo dan Boyolali, Jawa Tengah.
“Proyek sosial kami bergerak di bidang lingkungan, khususnya pada manajemen krisis pengelolaan limbah plastik. Aksi kami yang pertama adalah mengembangkan Trash Collector Ship dan aplikasi pemantauan sampah plastik berbasis teknologi bernama HawkEye. Inisiatif ini bertujuan untuk menguji prototipe di Waduk Cengklik, Boyolali dan Solo, serta memfasilitasi kolaborasi atau pembelajaran dari organisasi serupa, seperti OceanX atau The Ocean Cleanup,” jelas Nayla yang juga menjadi Duta SMA Provinsi Jawa Tengah 2024.
“Lalu program lain yang kami rancang meliputi lokakarya pemilahan sampah di SMA Pradita Dirgantara dan SD Angkasa Colomadu, serta kampanye sosial melalui media sosial yang melibatkan Duta SMA dari 37 provinsi di Indonesia. Kami juga melakukan inisiatif edukasi kepada anak-anak untuk menanamkan kebiasaan membuang sampah pada tempatnya sejak dini. Selain itu, ada kegiatan pembersihan pantai dan konservasi penyu untuk menangani permasalahan sampah di laut,” papar Nayla.





