Editor 10 Desember 2024

Dibalik kekejamannya, rezim Assad dinilai memiliki kelebihan selama memimpin Suriah. Gaya otoriter yang ia praktikkan mampu menyatukan rakyat Suriah yang multi etnik dan agama.

Itu karena rezim ini membawa paham negara pada haluan sosialisme, nasionalis dan sekuler. Tak heran pula bila ia yang merupakan minoritas penganut Islam Syiah Ismailiyah, dapat memimpin mayoritas Sunni di negara tersebut.

Kini, bagaimanapun rezim Assad telah jatuh. Kekuasaan akan segera beralih pada kelompok oposisi. Tapi,  apakah pemerintahan oposisi mampu terbentuk?

Oposisi Suriah adalah kelompok yang terdiri dari banyak faksi perlawanan. Mereka memiliki latar belakang yang beragam, bahkan ideologi perjuangan. Mereka ada yang nasionalis moderat, sosialis dan ada yang islamis.(*)

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*