BMKG menerangkan lebih lanjut, terjadinya gempat diduga kuat dipicu oleh Sesar Naik Mamuju (Mamuju Thrust). Hal ini ditunjukkan oleh hasil analisis terhadap pergerakan gempa yang memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault). Mekanisme ini mirip dengan pembangkit gempa Lombok tahun 2018 yang bidang sesarnya membentuk kemiringan bidang sesar ke daratan.
Sesar naik Mamuju memiliki magnitudo yang dapat mencapai 7,0 dengan laju geser 2 mm pertahun. Sebab itu, sesar ini direkomendasikan tetap diwaspadai karena bisa menimbulkan gempa dengan magnitudo yang kuat.





