JK optimis dari jumlah penyintas Covid-19 yang mencapai 736 ribu orang, maka kebutuhan plasma konvaselen sebanyak 200 plasma setiap harinya dapat dipenuhi, tinggal dibutuhkan kesadaran dan pengetahuan dari penyintas agar mau menyumbangakan plasma konvaselennya.
“Meningkatkan pendonor sampai 5 kali lipat itu sangat mudah sebenarnya apabila diketahui, karena yang sembuh itu sudah 736 ribu, tentunya tidak semua penyintas itu yang bisa diterima. Seperti perempuan yang pernah hamil tentunya tidak bisa, belum lagi faktor usia dan sebagainya. Tapi katakanlah 20 persen saja penyintas yang mendonorkan plasmanya, maka semua kebutuhan akan dapat dipenuhi dan kematian bisa dikurangi” tegas JK.
Saat ini ada 31 dari 236 UDD (Unit Donor Darah) yang dimiliki PMI memimili alat pengelolaan plasma darah konvaselen yang tersebar di seluruh kota besar di Indonesia. Untuk itu JK berharap para penyintas bersedia datang ke UDD tersebut untuk menyumbangkan plasma darahnya.





