Sayangnya, perang ini muncul ditengah situasi pendudukan di Palestina yang belum usai oleh Zionis Israel. Kondisi ini disebut oleh para pengamat akan memecahkan konsentrasi negara-negara Arab dan persatuan Islam untuk melawan penindasan tersebut. Tidak hanya itu, peran ini justru menarik negara-negara yang selama ini bersatu mengkritik Israel ke dalam permusuhan yang tajam.
Kelompok oposisi selama ini didukung oleh Turkey dan sejumlah negara arab. Sementara, rezim Suriah yang berkuasa, Bashar Al-Assad didukung Iran, Irak dan Rusia.





