Pemerintahan Biden juga akan memblokir rezim untuk mengakses sekitar 1 miliar dollar Amerika yang dimiliki di AS, meskipun pendanaan Amerika untuk kelompok masyarakat sipil dan yang paling rentan akan terus berlanjut. Dan itu akan memberlakukan kontrol ekspor baru dan membekukan aset tanpa nama yang dapat menguntungkan pemerintah yang dipimpin militer Myanmar.
Biden sebagaimana dilansir vox.com meminta rezim untuk membebaskan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi, yang termasuk di antara ratusan pejabat pro demokrasi yang ditahan. Ia juga mengatakan puluhan ribu warga yang menuntut kembali ke demokrasi harus diizinkan untuk melakukan protes tanpa ancaman kekerasan atau penjara.
“Dunia sedang menonton,” kata Biden. “Kami akan siap untuk memberlakukan tindakan tambahan” jika kepemimpinan militer tidak mengindahkan tuntutan Amerika dan akan “bekerja dengan mitra internasional kami untuk mendesak negara lain untuk bergabung dengan kami dalam upaya ini,” ungkapnya dengan tegas.





