Editor 25 November 2020

Jika ditelusuri, ternyata banyak hal yang dapat menyebabkan seorang guru tidak bahagia. Lantas, apakah seorang guru memang tidak berhak berbahagia? Tentu saja semua guru berhak bahagia, kecuali yang tidak mau.  

Bahagia itu datangnya dari hati. Bukan hanya karena posisi, kesempatan, fasilitas apalagi penghasilan. Tidak bisa dipungkiri hal itu adalah salah satu komponen pendukungnya. Kata Gde Prana,

“Kadang kita mencari kebahagiaan itu di luar, tapi pada dasarnya dia ada di dalam hati kita.” Menurut Dr. Shigeo Haruyama, di dalam tubuh kita ada hormon kebahagiaan yang memiliki kekuatan 6 kali lebih besar dari morfin.

Masya Allah, luar biasa tubuh kita ini! Bahkan hormon kebahagiaan pun sudah dititipkan di dalamnya. Tidak perlu lagi mencari-cari kebahagiaan di luar sana, karena tubuh kita dapat menciptakan kebahagiaan itu sendiri. 

Bagaimana caranya menjadi guru yang bahagia? Mudah. Dari kegiatan guru sehari-hari bisa menjadi sumber kebahagiaan. Berikut 5 hal yang dapat membuat bahagia:

Tersenyum dan tertawa.

Tersenyumlah, maka seluruh dunia pun akan tersenyum kepadamu. Pernah baca kalimat seperti itu? Rasanya sangat mudah membuat dunia tersenyum, ya.

Guru TK dan SD yang paling sering merasakan hal ini. Anak TK dan SD memang lagi lucu-lucunya. Ada saja tingkah mereka yang mengundang senyum dan tawa. Makanya, guru-guru TK dan SD biasanya selalu ceria.

Bernyanyi dan bermain.

Kegiatan bermain dan bernyanyi adalah kegiatan yang paling banyak dilakukan oleh anak TK dan SD kelas rendah. Makanya anak TK selalu nampak bahagia, bukan? Hal inilah yang membuat guru TK dan SD awet muda.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*