Editor 25 November 2020
Jadilah pendengar yang baik. 

Berbicara di depan kelas merupakan aktivitas sehari-hari seorang guru. Wajar jika banyak guru yang mampu menjadi pembicara yang baik. Namun, pembicara yang baik belum tentu mampu menjadi pendengar yang baik. Sebagian orang lebih ingin didengarkan daripada mendengarkan. 

Nah, agar menjadi pendengar yang baik, awalilah dengan niat yang tulus. Mendengarkan dengan penuh perhatian dan pikiran terbuka untuk mengerti apa yang orang lain sampaikan.

Terutama jika yang berbicara itu siswa kita. Mereka akan merasa sangat dihargai jika gurunya mau mendengarkan apa yang disampaikannya. 

Menjadi pendengar yang baik dapat melatih fokus, kesabaran dan membangun hubungan pertemanan yang baik dengan orang lain. Bukankah akan sangat membahagiakan jika memiliki banyak teman?  Ada pepatah mengatakan “Seribu teman terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak”.

Selalu bersyukur.

Bersyukur adalah kunci kebahagiaan yang hakiki. Sebagaimana dalam Al Qur’an surat Ibrahim ayat 7 yang artinya, “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”

Dari ayat itu sangat jelas janji Allah bagi hamba-hamba yang pandai bersyukur. Jika seorang guru mampu mensyukuri nikmat yang ada saat ini, tentu Allah akan menambahkan nikmat-Nya berupa rasa bahagia.

Guru adalah pejuang pembangun peradaban. Guru yang baik akan mampu mendidik dengan baik jika ia senantiasa berbahagia dengan profesi yang dijalaninya. Profesi yang mulia dan menjanjikan pahala jariah bagi mereka yang ikhlas menggelutinya.

Lima aktivitas ini baru sebagian hal yang dapat dilakukan agar menjadi guru bahagia. Masih banyak lagi aktivitas guru yang dapat mengundang kebahagiaan. Jadi, jangan lupa bahagia! 

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*