Editor 31 Juli 2021

Untuk mengekspresikan penantian mereka, anak-anak tersebut waktu-waktu pertemuan dengan ibunya dengan menyusun  100 hari sebelum tanggal rilis. “Kami menghapus satu nomor lagi setiap hari dengan mundur dari 100 di kalender yang sudah kami siapkan. Kira-kira 80 hari lagi sampai kita bertemu ibu saya. Kami memesan nomor 1 untuk ibu saya, hari itu dengan tangannya sendiri dia akan menghapus dengan tanganya sendiri pada hari dia mendapatkan kebebasannya”, ungkap Emira dengan rasa bahagia.

Emira menjelaskan  bahwa ia mengalami masa-masa yang sangat sulit setelah ibunya ditangkap. Ia memiliki tanggung jawab besar di pundaknya ketika  berusia 11 tahun.

“Saya mengambil tanggung jawab yang tidak pernah saya bayangkan dapat saya tangani. Saya mengalami banyak kesulitan. Adik bungsu saya ditinggalkan tanpa seorang ibu ketika dia berusia 8 bulan ketika dia sangat membutuhkannya. Dia sekarang 7 tahun dan tahu ibuku hanya dari gambar. Mungkin dia bahkan tidak akan mengenalinya ketika dia pertama kali bertemu apa kejahatannya?”, terangnya.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*