Editor 31 Juli 2021

“Saya, ayah saya dan saudara laki-laki saya merawat saudara-saudara kami. Saya melihat saudara-saudara saya sebagai kepercayaan besar dan menjadi saudara perempuan sekaligus ibu bagi mereka. Saya memiliki tanggung jawab serius seperti sekolah, pekerjaan rumah, membesarkan saudara-saudara saya. Liburan kami selalu pahit. Kesulitan keuangan dan moral yang dialami ibu saya di penjara semakin menambah rasa sakit kami,” jelasnya lagi.

Pihak berwenang Israel tidak mengizinkan mereka untuk mengunjungi ibu mereka dan bahwa mereka hanya dapat berbicara di telepon dari waktu ke waktu.

“Saya menantikan saat pertemuan pertama saya dengan ibu saya, untuk memeluknya. waktu aku memikirkannya, jantungku berdetak kencang. Selain kesedihan di dalam diriku selama bertahun-tahun aku habiskan tanpa ibuku, aku juga senang bertemu dengannya dengan kerinduan. ada,” Emira mengungkapkan perasaannya.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*