Editor 5 Februari 2022

By  Eka Purnamawanti

Allah itu dekat. Lebih dekat dari urat leher, dan lebih dekat dari jantung yang berdetak. Allah selalu bersama dengan hambaNya, dimanapun hamba itu berada.

Banyak orang yang terkadang lupa bahwa, bukan Allah yang meninggalkan dia, tapi dia-lah yang sejatinya meninggalkan Allah. Saat ujian yang berat tengah melanda, banyak diantara kita yang menghujat dan menghakimi Allah. Merasa bahwa Allah tidak adil dalam memperlakukan hambanya.

Kita hanya memaknai kasih sayang Allah dengan karunia berupa kenikmatan dunia. Kita tidak sadar, bahwa ujian yang berat sejatinya adalah bentuk kasih sayang Allah terhadap diri kita.

Karena terkadang, saat ujian berat menimpa, kita menjadi lebih dekat kepada Allah. Dalam kondisi yang lemah dan rapuh, kita menjadikan Allah sebagai satu – satunya sumber kekuatan. Memohon kepadaNya, meminta dan menyandarkan segalanya pada Allah. Kita merasa bahwa, hanya Allah lah satu – satunya Dzat yang mampu mengeluarkan kita dari belenggu ujian yang menyiksa. Sehingga kedekatan kita kepada Allah, menjadikan kita senantiasa kuat dalam menghadapi beratnya persoalan hidup yang kita jalani.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*