Editor 5 Februari 2022

Suatu ketika, ada seorang hamba yang berdoa memohon kepada Allah. Bilangan waktu dia habiskan untuk menengadah, tapi Allah tak kunjung mengabulkan doanya. Sampai kemudian, Jibril berkata kepada Allah: “ Ya Allah, mengapa engkau tidak mengabulkan doa hamba-Mu itu, sementara dia tidak pernah merasa lelah memohon kepadaMu?”, Allah SWT menjawab: “ Aku tidak mengabulkan doa hambaku tersebut, bukan karena aku tidak suka. Tapi karena aku sangat senang melihat dia senantiasa memohon kepadaku.”

Jadi, perkaranya terkadang bukan karena Allah tidak ingin mengijabah doa –doa kita. Melainkan, karena Allah begitu senang melihat kita memohon dan berharap kepadaNya. Allah senang mendengar doa –doa kita. Dan bisa jadi suatu saat, Allah akan membalasnya dengan sesuatu yang jauh lebih baik daripada apa yang telah kita mohonkan. Karena doa bukan hanya tentang keinginan – keinginan yang kita lafalkan, melainkan itu adalah wujud ketaatan kita kepada Allah.

Tanpa kita sadari, sejatinya setiap doa –doa yang kita panjatkan, telah dibalas oleh Allah, kendati tidak dalam bentuk dzahir yang kita minta. Saat kita memohon kekayaan kepada Allah, Allah memberikan kita banyak sekali peluang dalam memulai sebuah usaha, menyediakan kita relasi dalam bentuk sahabat – sahabat yang setia menemani. Saat kita memohon kesembuhan kepada Allah, Allah memberikan kesehatan dalam diri orang –orang yang kita sayangi, sehingga mereka mampu menjadi penyemangat yang mendukung kesembuhan kita. Saat kita memohon kekuatan kepada Allah, Allah justru menghadirkan orang –orang yang meminta bantuan dan pertolongan pada kita, sehingga dengannya kita menjadi berharga.

Banyak sekali nikmat yang tak terhitung jumlahnya dan kebahagiaan tanpa jeda yang telah Allah berikan dalam kehidupan kita. Hanya kacamata syukurlah yang mampu membuat kita merasakannya.

Coba kita bayangkan, sekiranya Allah membatasi laju oksigen yang mengalir dalam paru –paru kita, atau Allah mencicil cahaya yang diberikannya pada siang, apa yang akan terjadi? Pernahkah kita melihat orang yang menderita penyakit asma, atau orang buta yang tidak mampu menikmati indahnya cahaya?

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*