Editor 5 Februari 2022

Orang –orang yang senantiasa menyandarkan segala sesuatunya pada Allah, akan membuatnya tenang dalam menghadapi setiap episode takdir yang Allah berikan. Karena dia percaya, bahwa tidak ada kebahagiaan dan kesedihan abadi di dunia ini. Semua akan kembali menuju ke hadirat Allah. Dunia hanyalah sebuah proses yang harus dijalani. Ibarat seorang musafir, dunia hanyalah sebuah persinggahan untuk menyiapkan bekal yang nantinya akan kita bawa pada proses perjalanan yang sangat panjang, yaitu akhirat.

Olehnya itu, mintalah kepada Allah, apa yang menjadi keinginan kita, karena Allah lah yang Maha kaya. Bersandarlah kepada Allah disetiap kerapuhan kita, karena Allah lah sebaik –baik pemberi kekuatan. Mengadulah kepada allah tentang semua kegalauan yang kita rasakan, karena hanya Allah satu –satunya teman curhat yang tidak akan pernah mengecewakan. Allah tahu semua yang kita pikirkan, semua yang kita rasakan, bahkan Dia tahu berapa jumlah air mata yang jatuh di atas sajadah –sajadah kita.

Terkadang sebuah masalah tidak hanya akan selesai dengan pemikiran dan logika, tapi dengan sujud yang lebih lama. Di sepertiga malam terakhir, disaat semua orang tengah terbuai dalam mimpi yang indah, Bangunlah! Dan bersujudlah kepada Allah. Adukan semua yang kita rasa, ungkapkan kegalauan kita, list semua mimpi dan apapun yang kita minta, dan berkencanlah dengan Allah. Karena di waktu –waktu seperti itu, kita akan menemukan saat –saat yang paling romantis bersama Dzat yang Maha pengasih lagi Maha penyayang. Itulah kebahagiaan yang sejati, yang hanya mampu dirasakan oleh orang – orang yang di hatinya telah terangkai ukiran– ukiran keimanan.(*)

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*