Potensi kehilangan rasa nasionalisme ini, lanjutnya, dipengaruhi oleh faktor kehidupan daring yang didukung oleh teknologi digital. “Dunia Gen Z lebih luas. Mereka bergaul di dunia daring hampir tanpa batas-batas negara. Platform digital adalah arena silang budaya. Di sana mereka bisa memberikan pengaruh. Tapi kalau tidak memiliki identitas yang kuat maka sebaliknya. Mereka yang terpengaruh.”





