Anwar Ibrahim mengatakan negara-negara Muslim harus menjaga hubungan dengan Barat “tetapi tidak setuju dengan keputusan sepihak.”
Dia mengatakan negara-negara Barat harus menerima bahwa dalam menghadapi kompleksitas hubungan multikultural dan internasional, “dunia tidak bisa lagi menjadi unipolar.”
“Dan kita tidak bisa dipaksa untuk masuk ke dalam aliansi semacam ini tanpa memperhatikan kompleksitas yang kita hadapi,” tambahnya.
ASEAN harus mengambil posisi yang lebih kuat terhadap Rohingya
Anwar mengatakan ASEAN telah mengambil posisi “lebih positif dari apa yang saya saksikan sejak 1990-an” berkaitan dengan nasib komunitas Rohingya.
“Sedikit berubah setelah Eropa memimpin,” katanya, mengenai respons ASEAN terhadap penganiayaan Myanmar terhadap Rohingya.
“Kami berurusan dengan tetangga kami sendiri. Ya, pada prinsipnya, Anda tidak boleh ikut campur.”
“Tetapi orang-orang dibunuh. Ketika rumah mereka dibakar, Anda tidak bisa diam.
“Ini tentang kemanusiaan, tentang keadilan dasar, dan mempengaruhi negara kita. Ribuan orang datang dan Anda berkata ‘Tidak, tidak, kami tidak bisa ikut campur’.”
Dia mengatakan tidak masuk akal untuk tetap diam dalam situasi seperti itu.
“Posisi kami adalah agar pemerintah bergerak maju dan mengambil posisi yang kuat — lebih kuat dari yang ada sekarang,” tambahnya.
Tentang kebijakan non-intervensi dalam masalah internal, Anwar mengatakan penghargaan harus diberikan kepada ASEAN “karena ASEAN relatif sukses karena kebijakan non-intervensinya bahwa Anda dapat bekerja dan membangun bersama sebagai sebuah kawasan.”
Hubungan dengan Turki
Memuji hubungan bilateral dengan Turki sejak zaman negara Ottoman, Ibrahim mengatakan hubungan antara “wilayah kami dan kekaisaran Ottoman lebih dari sekadar hubungan diplomatik atau perdagangan biasa tetapi juga hubungan budaya dan pendidikan”.
“Hubungan yang ada saat ini perlu dieksplorasi lebih lanjut,” katanya.
Meskipun mengakui bahwa target perdagangan bilateral sebesar USD5 miliar antara Malaysia dan Turki adalah sesuatu yang signifikan, namun jikamelihat kekuatan ekonomi Turki dan potensi di Malaysia, nilai itu masih kecil, “yang berarti kita harus mengambil langkah-langkah yang lebih efektif untuk mempromosikan ini.”
“Sebenarnya sama sekali tidak ada alasan sama sekali bahwa negara sahabat Malaysia dan Turki tidak dapat memperluas hubungan bilateral.”
Dia mengatakan bahkan sebagai pemimpin oposisi di parlemen, “Saya sangat mendukung dan mendorong pemerintah untuk menyambut dan melihat jalan untuk meningkatkan hubungan” dengan Turki.
“Tetapi saya selalu mengatakan bahwa itu harus melampaui perdagangan. Perdagangan masih fundamental, sangat penting. Investasi, pendidikan…Pada tahun 80-an dan 90-an, kami mendorong siswa dari Turki untuk pergi ke Malaysia. Cukup banyak dari mereka yang menjadi profesor dan mahasiswa,” kenangnya.
“Sekarang keadaan telah berubah. Malaysia, sayangnya dibiarkan mandek, tetapi Turki telah berkembang dan institusi pendidikan telah lebih ditingkatkan,” katanya.
Ibrahim mengatakan kedua negara juga harus fokus pada penelitian bersama dan inisiatif teknologi “karena teknologi Turki, termasuk teknologi pertahanan, jauh melampaui banyak negara lain, terutama negara-negara Muslim.”
Misalnya, ada “keberhasilan Anda dalam drone dan helikopter, yang kita sebagai negara sahabat lihat dan tinjau dengan pikiran terbuka, bukan untuk terpikat oleh pandangan lama memandang Barat atau beberapa negara kaya lainnya,” tambahnya.
“Potensinya sangat besar. Saya tahu kekuatan dan potensi perdagangan
Tokoh reformis dan politisi utama Malaysia Anwar Ibrahim menyatakan negaranya mewakili zona yang damai, bebas, dan netral dalam kebijakannya serta mendorong Malaysia tidak memihak manapun dalam politik blok global.
Namun demikian, kata Anwar, Malaysia tidak bisa mengabaikan China.
“Agar sangat realistis…kami percaya pada perdamaian, nilai-nilai demokrasi, tetapi kami netral dalam arti kami bukan bagian tak terpisahkan dari kebangkitan politik Perang Dingin, yang pada dasarnya berarti kami harus terlibat dengan Amerika, Barat dan Eropa sebagai mitra dagang dan pendidikan,” ucap Anwar, pemimpin oposisi Malaysia, kepada Anadolu Agency dalam sebuah wawancara eksklusif.
Anwar, seorang akademisi yang beralih menjadi politisi, mendiskusikan kembalinya apa yang disebut “permainan hebat” di kawasan Asia-Pasifik di mana AS menjalin aliansi bilateral dan multilateral untuk melawan pengaruh ekonomi dan militer China yang meluas.
“Tapi kita tidak bisa mengabaikan pentingnya kebangkitan China,” ujarnya.
“China adalah tetangga yang penting, negara perdagangan yang hebat.
“Perdagangan Malaysia dengan China sekarang mungkin nomor satu…Dulu begitu (dengan) Amerika Serikat, yang berarti hubungan dengan China harus lebih ditingkatkan,” katanya seraya menambahkan Malaysia masih memiliki masalah dengan Beijing, tetapi “kami dapat mengungkapkan (keluh kesah kami) karena kami adalah negara yang merdeka.”
Malaysia dan China berbagi perbatasan maritim di Laut China Selatan yang diperebutkan di mana beberapa negara berkonflik dengan Beijing atas klaim perairan tersebut.
‘Belajar diplomasi dari Presiden Erdogan’
Anwar menyarankan agar ASEAN belajar dari Turki dalam mencapai keseimbangan antara Washington dan Beijing.
“Kawasan ini harus belajar keterampilan diplomatik dari Presiden (Recep Tayyip) Erdogan,” katanya.
“Di satu sisi, (Turki) adalah anggota NATO, dan di sisi lain, masih berhubungan dengan Rusia dan bahkan dapat mendorong semacam pengaturan atau ketahanan pangan dengan Ukraina, (dan Turki) masih dapat mengatur perdagangan dengan Iran,” kata Anwar, memuji kemenangan diplomatik Turki, terutama mengelola kesepakatan ekspor gandum antara PBB, Turki, Ukraina dan Rusia yang ditandatangani minggu lalu di Istanbul.
“Kita harus memiliki kebijaksanaan dan keterampilan diplomatik untuk melakukannya dengan cara yang tidak akan terlihat terlalu provokatif.”
Ibrahim mengatakan Malaysia “tidak memiliki masalah dengan China.”
“Masalah China dengan Amerika Serikat. Biarkan mereka menghadapinya sendiri. Kami bukan negara super dan hebat untuk menyelesaikannya,” ungkapnya dan menyarankan negara-negara Asia-Pasifik harus melanjutkan hubungan perdagangan dengan semua kekuatan besar.
Menekankan bahwa perdagangan dan investasi melalui hubungan yang baik dan bersahabat adalah sangat penting untuk kelangsungan sebuah bangsa, Anwar mengatakan: “Saya tidak memiliki hambatan untuk memiliki hubungan baik dengan China atau Rusia atau Eropa.”
Dalam kasus Malaysia, dia mengatakan negara itu sangat bergantung pada teknologi Barat serta pengalaman Amerika dalam pemerintahan dan pendidikan.
“Tetapi kami juga menerima kenyataan bahwa skenarionya berubah, China tumbuh,” katanya, dan Malaysia tidak dapat mengabaikan tetangga terdekatnya termasuk Filipina, Indonesia, Singapura dan Thailand selain India, Australia, dan Pakistan.
“Jadi bagaimana kita kemudian menavigasi negara kita untuk melindungi kepentingan terbaik rakyat?… Dengan hanya menyelaraskan diri dengan satu kubu dan mengabaikan pentingnya pengaturan bilateral dan multilateral?
“Anggaplah, sebagai pemimpin suatu negara, saya melihat kepentingan terbaik saya adalah apa yang ada untuk melindungi kepentingan rakyat, rakyat saya, Malaysia. Itu berarti bersahabat dengan sebagian besar negara, hubungan perdagangan, investasi dan menerima keragaman, kompleksitas yang harus kita hadapi,” ucapnya.
Palestina adalah kasus perampasan dan masalah kemanusiaan
Anwar mengatakan posisi Malaysia dalam masalah Palestina “adalah tentang keadilan dan kemanusiaan”.
Dia menyesalkan politisi demokrat dan Kristen di Barat “tiba-tiba melenyapkan” kasus Palestina.
“Saya gagal memahami bahwa beberapa teman baik saya, yang disebut elit politik di Barat, sama sekali tidak menyadari… Orang-orang dibunuh… anak-anak, wanita. Harta bendanya, tanahnya disita terus menerus, puluhan tahun,” katanya.
“Ini membingungkan (dan) bertentangan dengan prinsip kemanusiaan dan keadilan,” tambahnya.
Mengacu pada beberapa negara Timur Tengah yang menormalkan hubungan dengan Israel, dia mengatakan itu “bagi mereka untuk memutuskan.”
“Warga Palestina diintimidasi dan berada di penjara terbuka, sebagian karena prasangka buruk,” katanya.





