Editor 9 Juni 2026

“Partai Keadilan Sejahtera bukan sekadar partai yang politik un sich. Partai dakwah ini juga berdiri sebagai ruang komunitas, habitus hidup yang memiliki tujuan paling fundamental bagi umat Islam, yaitu kebahagiaan dunia dan akhirat. Karena itu, saya sangat bangga menjadi bagian dari PKS. Di sini saya belajar tidak hanya berpolitik, tapi dibentuk secara pribadi oleh sistem yang berorientasi pada kepribadian manusia yang agung, tauladan umat Islam, Rasulullah Salllahu ‘alaihi wassallam,” jelasnya.

Baca Juga : Sosialisasi di Makassar, Meity : Bumikan Empat Pilar Sebagai Basis Budaya Anti Kekerasan!

Rasulullah, lanjut Meity, memiliki kepribadian yang sangat mulia, tidak abai pada kondisi sosial, sangat peduli, penyantun dan penyayang. Ia kemudian mengutip ayat yang artinya,  “Sungguh, benar-benar telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri. Berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, dan (bersikap) penyantun dan penyayang terhadap orang-orang mukmin.” (Q.S. al-Taubah ayat 128).

Anggota parlemen yang terpilih dari Dapil Sulsel 1 pada 2024 lalu itu lanjut menjelaskan  bahwa PKS memiliki andil besar dalam membentuk kepribadiannya dalam berpolitik.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*