“Alhamdulillah sangat bersyukur karena mereka merasa apa yang mereka dapatkan saat ini lebih baik dari yang sebelumnya mereka terima. Dulu mereka satu tenda itu beberapa KK, saat ini bisa mempunyai hunian yang walaupun sementara, tetapi satu HUNTARA itu untuk satu KK. Setidaknya mereka hanya berkumpul dengan keluarga masing-masing” katanya.
Dokter Wita melanjutkan bahwa para penyintas juga merasa lebih nyaman dengan adanya bantuan MCK dan septik tank, dibandingkan pada saat mereka di toilet pengungsian.
“Selain itu, kami juga mengadakan pelayanan kesehatan dan pelatihan-pelatihan untuk pemberdayaan masyarakat agar bangkit dari keterpurukan. Bisa meningkatkan taraf hidupnya dengan berwirausaha. Diantaranya pelatihan membuat bakso, tempe, dan lainnya” paparnya.
“Sedang diupayakan juga pemberian materi tentang keluarga sejahtera. Kami berikan tips-tips keluarga mandiri agar terjadi peningkatan pemberdayaan masyarakat. Juga ada trauma healing dan kegiatan-kegiatan lain” sambungnya.





