Beberapa peserta mengungkapkan pengalaman menerima perlakuan disiplin yang kurang tepat, seperti bentakan atau larangan tanpa penjelasan. Diskusi ini menjadi refleksi bersama mengenai pentingnya perubahan dalam praktik pengasuhan.
Salah seorang peserta bahkan menceritakan bahwa ia dahulu pernah mengalami perlakuan tersebut. Namun setelah berhasil menunjukkan prestasi sebagai model tuli dan mampu mandiri, orang tuanya kini mengakui kemampuannya serta telah meminta maaf atas perlakuan yang pernah terjadi.

Melalui kegiatan ini, peserta diajak memahami pentingnya memaafkan masa lalu sekaligus membangun pola pengasuhan yang lebih positif bagi generasi berikutnya.





