Berikut Siaran Pers Lengkapnya : Merespon gempa bumi di Majene, Sulawesi Barat pada dini hari tadi, TNI AU sesuai dengan sesuai instruksi Panglima TNI, Kasau memerintahkan untuk memberangkatkan pesawat Boeing 737 dari Skadron Udara 5 Lanud Sultan Hasanuddin untuk memastikan situasi dan kondisi daerah yang terdampak bencana alam dan mengalami kerusakan dari udara.
TNI AU juga menyiagakan pesawat C-130 Hercules dari Skadron Udara 33 Lanud HND dan Skadron Udara 31 Lanud Halim P, pesawat CN 295 dari Skadron Udara 2 Lanud Halim Perdanakusuma, dan satu pesawat Helikopter Super Puma NAS-332 dari Skadron Udara 6 Lanud Atang Sendjaja standby SAR Lanud Sultan Hasanuddin, untuk dukungan Search dan Rescue (SAR), evakuasi, dan bantuan logistik kepada warga masyarakat yang terdampak bencana.
Hal ini merupakan wujud dari kehadiran Negara melalui TNI AU pada masyarakat yang tertimpa musibah bencana sekaligus merupakan pelaksanaan tugas TNI di Operasi Militer Selain Perang (OMSP) yang salah satunya penanggulangan bencana alam.
Selain TNI atau di luar pemerintah, organisasi kemanusiaan atau NGo juga mulai menyiapkan relawan dan bantuan ke lokasi di Mamuju dan Majene, Sulbar. Di antaranya adalah lembaga kemanusiaan Bulan Sabit Merah Indonesia. Menurut keterangan Ketua BSMI Sulsel, Dr Basri Mahmud, mereka memberangkatkan dua relawan perintis ke Sulbar.
“Mereka diberangkatkan untuk melakukan survey dampat bencana. Mereka juga akan menyiapkan langkah koordinasi dan bantuan relawan dari seluruh BSMI di wilayah Indonesia ke lokasi bencana dan korban terdampak di Majene dan Mamuju”, jelasnya.





