Editor 4 November 2021

Saintis diklasifikasikan menjadi 22 bidang dan 176 sub-bidang keilmuan. Data sepanjang karier saintis diperbarui hingga akhir 2020. Pemilihan saintis yang masuk dalam daftar “Top 2% World Ranking Scientists” didasarkan pada posisi 100 ribu teratas berdasarkan skor-c, dengan dan tanpa self-citation atau ranking persentil 2% atau lebih.

Pada kesempatan wawancara, Rabu (03/11) Prof. Harun mengatakan capaian ini sebelumnya tidak pernah terpikirkan. Sejak awal, dirinya hanya fokus untuk memberikan kontribusi keilmuan yang dimiliki dengan sepenuh hati. Bahkan, ketika fokus untuk mulai menulis pada 2015, Prof. Harun belum mengenal secara jauh tentang scopus dan riset lainnya.

“Bisa dikatakan saya termasuk baru dalam hal ini, mulai berpacu fokus menulis pada 2016. Pada tahun 2015, jenjang Doktor saya selesai. Saya mencalonkan sebagai Kepala Prodi, tapi gagal. Namun, hal ini tidak membuat saya jatuh dan mengambil positifnya bahwa mungkin jabatan tersebut tidak sesuai dengan kemampuan yang saya miliki. Sehingga, saya mulai berpikir untuk mengembangkan diri dalam hal lain, hingga akhirnya saya suka dengan penelitian dan pengabdian,” jelas Prof. Harun.

Sebagaimana dimuat di website Unhas, Prof Harun sebagai guru besar FKG Unhas sudah banyak terlibat aktif dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk memaksimalkan perannya sebagai akademisi, beliau banyak berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam berbagai program yang sesuai bidang keilmuan seperti Pemda Luwu Timur hingga Jeneponto.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*