Editor 28 Maret 2023

Mengapa orang yang memiliki energi yang setara cenderung mencintai atau mengagumi. Karena dari pertautan mereka terjadi keseimbangan energi, proses “take and give” yang merata, cara membangun persepsi yang seimbang, dan memberikan penilaian yang setara. Itulah yang disebut dengan “chemistry”.

Dan mengapa orang yang lebih tinggi energinya cenderung mendukung, mentoleransi, atau memahami. Menurut saya, karena mereka memiliki stok energi berlebihan. Mereka menyimpan banyak energi dalam dirinya. Mereka baru melepaskan energi bukan hanya pada hal-hal yang positif, tetapi saat melepaskannya tidak membutuhkan energi besar. Betapa sedikitnya energi yang dikeluarkan untuk sekadar memuji, dibanding untuk mengkritik. Betapa sedikitnya energi yang dikeluarkan untuk mendukung sebuah gagasan bernas dibanding menolaknya hanya karena gengsi.

Saya sering bertemu dengan tokoh, dan yang keluar dari mulutnya: anda hebat, anda dahsyat, anda paripurna, atau tiada duanya. Lalu saya berpikir itulah mengapa dirinya menjadi tokoh karena punya stok energi kehidupan yang rata-rata di atas kebanyakan.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*