Sebelum dia tinggalkan, dia mendekati para anak cacat itu untuk menyapanya satu-satu sambil memberikan empati. Tibalah pada anak cacat yang terakhir, saat dia beranjak setelah mengusap kepalanya dan mulai membelakang, anak cacat memegang tangannya erat-erat. Orang kaya itu kembali menengok dan membungkuk sambil bertanya, “apalagi yang kau butuhkan, saya akan penuhi sekarang.” Anak cacat itu langsung berkata: “Saya hanya ingin melihat muka Bapak lebih jelas, supaya saya bisa menandai saat bertemu di surga nanti.”
Orang kaya itu langsung memeluk anak itu keras-keras sambil beruarai air mata. Lalu dia habiskan waktunya memeluk semua dua ratus anak cacat yang sudah duduk di atas kursi rodanya. Baru kali itu dalam hidupnya, dia merasakan kebahagiaan yang tak terkira. Setelah momen itu dia fokuskan waktunya untuk selalu berdonasi terkhusus pada kaum lemah.





