Imam Ibnul Qayyim menjelaskan
‘Barangsiapa yang tidak mengajarkan hal-hal bermanfaat kepada anaknya dan membiarkan begitu saja, berarti dia telah mendurhakai anaknya.
Betapa banyak anak yang rusak dikarenakan ulah orang tua nya sendiri. Mereka tidak mengajarkan kewajiban-kewajiban dalam agama Islam yang harus ia kerjakan’
Sehingga ada yang berkata,” Anak yatim itu bukanlah yang ditinggal mati oleh orang tua nya sehingga ia jatuh miskin. Tetapi anak yatim itu sebenarnya adalah anak yang memiliki ibu tapi kurang mendidiknya. Ia juga memiliki ayah namun sibuk dengan pekerjaan nya.’
Kedua; Lisannya penuh dengan laknat pada anak
Dalam berkomunikasi dengan anak yang dikatakan orang tua durhaka adalah cacian. Stigma buruk. Bahkan laknat. Bukan kata-kata meneduhkan. Apalagi untaian doa.
Padahal Allah azza wa jalla berfirman
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا





