Editor 25 Oktober 2020

Intelektual muslim alumni Gontor lainnya adalah Syamsuddin Arif. Penghafal Al-Qur’an dan menguasai banyak bahasa. Jika berbicara lebih pelan, tapi dalam. Corak tulisannya selalu sarat dengan referensi, seperti yang bisa kita baca pada Islam dan Diabolisme ketika dia membahas secara tematik berbagai topik mulai dari intelektual dan ulama, diabolisme intelektual, pluralisme agama, jihad, terorisme, sampai pada Averroisme dan Renaissance.

Jika Dr. Hamid Fahmy cenderung untuk ‘meringankan tema yang berat’ berbentuk esai populer (dalam Misykat, contohnya), Dr. Syam lebih cenderung untuk ‘meringankan namun tetap menampilkan yang berat’ (dalam Islam dan Diabolisme Intelektual & Bukan Sekedar Mazhab) berbentuk daftar rujukan yang tidak sedikit. Bisa jadi, ini pilihan saja dari kecenderungan untuk berkutat pada teks-teks yang berat yang dibuat populer untuk publik lebih luas dan publik lebih terbatas (akademik).

Bachtiar Nasir juga intelektual muslim yang lebih ciondong pada sisi keulamaan. Jika Cak Nur, Gus Hamid, dan Dr. Hamid begitu tampak sisi intelektualnya, maka Nasir lebih condong sisi keulamaannya. Karyanya terkait dengan tadabbur Al-Qur’an, panduan hidup, dan keluarga muslim.

Sebagai ketua GNPF MUI, Nasir juga menulis ‘Tadbir Rabbani: Rekayasa Allah di Balik Aksi 212’ (2017) yang melihat aksi pengawalan terhadap fatwa MUI terkait penistaan agama sebagai aksi ‘mengetuk pintu langit’ untuk menegakkan izzah umat Islam. Ada tiga sandaran umat Islam, tulis Nasir: kekuatan tauhid, Al-Qur’an, dan hadis. Resistensinya terhadap Ahok (dalam kasus penistaan terhadap Al-Maidah 51), terlihat ketika dia mengutip prinsip Umar bin Khattab, “Aku tidak rela Islam direndahkan sementara aku hidup di zaman itu.”

Tokoh lainnya adalah Din Syamsuddin. Dikenal sebagai intelektual dan politisi yang berpengalaman luas. Waktu hadir pada pertemuan tokoh agama di Amerika, satu nama yang disampaikan seorang tokoh Islam dari Timur Tengah kepada saya, “titip salam untuk Pak Din Syamsuddin.” Luar biasa pengaruhnya. Dalam berbagai event interfaith dialogue, atau kerjasama global tokoh agama, nama beliau selalu terdepan.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*